Snouzh Syauqi Azri

“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat” ( HR. Al Bukhari , Nomor : 4935 )

Belasan abad lamanya, hadits tersebut menjadi hal yang gaib yang tidak mungkin bisa dijelaskan dengan logika. Seiring berjalannya waktu beberapa penelitian ilmiah mampu menjelaskan kebenaran hadits tersebut dikemudian hari.

“Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk” (QS. Yasin : 78-79).

Adalah Han Spemann, Ilmuwan Jerman yang berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935. Dalam penelitiannya ia dapat membuktikan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Darinyalah makhluk hidup bermula. Dalam penelitiannya ia memotong tulang ekor dari sejumlah hewan melata, lalu mengimplantasikan ke dalam embrio Organizer atau pengorganisir pertama.

Pada saat sperma membuahi ovum (sel telur), maka pembentukan janin dimulai. Ketika ovum telah terbuahi (zigot), ia terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang biak. Sehingga terbentuklah embryonic disk (lempengan embrio) yang memiliki dua lapisan.

Han Spemann, Ilmuwan Jerman

Pertama, External Epiblast yang terdiri dari cytotrophoblasts, berfungsi menyuplai makanan embrio pada dinding uterus, dan menyalurkan nutrisi dari darah dan cairan kelenjar pada dinding uterus.

Sedangkan lapisan kedua, Internal Hypoblast yang telah ada sejak pembentukan janin pertama kalinya. Pada hari ke-15, lapisan sederhana muncul pada bagian belakang embrio dengan bagian belakang yang disebut primitive node (gumpalan sederhana).

Dari sinilah beberapa unsure dan jaringan, seperti ectoderm, mesoderm, dan endoderm terbentuk.

Ectoderm, membentuk kulit dan sistem syaraf pusat.

Mesoderm, membentuk otot halus sistim digestive (pencernaan), otot skeletal (kerangka), sistem sirkulasi, jantung, tulang pada bagian kelamin, dan sistem urine (selain kandung kemih), jaringan subcutaneous, sistem limpa, limpa dan kulit luar.

– Sedangkan, Endoderm, membentuk lapisan pada sistim digestive, sistem pernafasan, organ-orang yang berhubungan dengan sistem digestive (seperti hati dan pancreas), kandung kemih, kelenjar thyroid (gondok), dan saluran pendengaran. Gumpalan sederhana inilah yang mereka sebut sebagai TULANG EKOR.

Pada penelitian lain, Han mencoba menghancurkan tulang ekor tersebut. Ia menumbuknya dan merebusnya dengan suhu panas yang tinggi dan dalam waktu yang sangat lama. Setelah menjadi serpihan halus, ia mencoba mengimplantasikan tulang itu pada janin lain yang masih dalam tahap permulaan embrio. Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body (organ tamu). Meskipun telah ditumbuk dan dipanaskan sedemikian rupa, tulang ini tidak ‘hancur’.

Dr. Othman al Djilani dan Syaikh Abdul Majid juga melakukan penelitian serupa. Pada bulan Ramadhan 1423 H, mereka berdua memanggang tulang ekor dengan suhu tinggi selama 10 menit. Tulang pun berubah, menjadi hitam pekat. Kemudian, keduanya membawa tulang itu ke al Olaki Laboratory, Sana’a, Yaman, untuk dianalisis. Setelah diteliti oleh Dr. al Olaki, profesor bidang histology dan pathologi di Sana’a University, ditemukanlah bahwa sel-sel pada jaringan tulang ekor tidak terpengaruh. Bahkan sel-sel itu dapat bertahan walau dilakukan pembakaran lebih lama.

Lebih dari itu berdasarkan penelitian mutakhir, sebagaimana yang disampaikan oleh Jamil Zaini, Trainer Asia Tenggara Kubik Jakarta ketika mengisi acara buka puasa bersama di al Azhar-Solo Baru dengan tajuk, “Inspiring Day; Inspiring The Spirit of Life”, tulang ekor ini merekam semua perbuatan anak Adam, dari sejak lahir hingga meninggal dunia. Ia merekam semua perbuatan baik-buruk mereka. Dan perbuatan mereka ini akan berpengaruh pada kondisi tulang ekornya. Putih bersih atau hitam kotor. Semakin banyak energy positif atau kebaikan seseorang maka semakin bersih tulang ekornya, dan semakin banyak energy negative atau keburukan seseorang maka semakin hitamlah tulang ekornya.

Dari sinilah, balasan pada hari kiamat kelak tidak akan pernah tertukar. Dari tulang ekor inilah, manusia akan kembali dicipta, dan mereka akan diberi balasan sesuai dengan kadar amal-amal mereka. Ajaibnya, ini semua sudah disabdakan oleh Nabi berpuluh abad yang lalu.

“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat.” (HR. al Bukhari, nomor 4935).

Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (nomor 2955),

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallâhu alaihi wa sallam bersabda, “Seluruh bagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor, darinya tubuh diciptakan dan dengannya dirakit kembali.”

Dari petunjuk hadist di atas, Ilmuwan muslim pada paruh kedua abad ke-20 telah mendasarkan pemahaman mereka mengenai kemukjizatan hadis tentang tulang ekor ini pada kaidah pengetahuan yang paling dasar, yaitu “Tulang ekor merupakan bagian pertama yang tumbuh dari janin, biasa disebut dengan primitive streak, yaitu bagian utama yang terbentuk pada minggu ketiga”.

“Akan Kami tunjukkan kepada mereka ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Kami pada alam dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?” (Fushshilat: 53)

Wallahu alam bish showab..

(saif/zzl/arrahmah.com)

BOGOR (Arrahmah.com) – Penutupan Kongres Mujahidin IV resmi dilakukan oleh Amir Mujahdin Ustadz Muhammad Thalib di Sentul Bogor, Ahad (25/8/2013) jam 14.20.

Beberapa rekomendasi dihasilkan dalam kongres ini antara lain soal pemilu yang sistemnya  menyalahi dan tidak sesuai dengan syariat Islam ditolak. Demikian pula Kepemimpinan Nasional harus memiliki komitmen terhadap pelaksanaan Syari’ah Islam (agama) di lembaga negara dan menjadi contoh tauladan (uswatun hasanah) dalam melaksanakannya.

Berikut isi lengkap dari rekomendasi Indonesia bersyari’ah Kongres Mujahidin IV:

KEPUTUSAN KONGRES MUJAHIDIN IV
TENTANG
REKOMENDASI INDONESIA BERSYARI’AH

Menimbang:

  1. Kewajiban kaum muslim melaksanakan ajaran agama (Syari’at Islam) secara kaffah, dalam seluruh aspek kehidupan; pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, Negara dan antar bangsa. (Qs. Al-Baqarah 2:208)

  2. Hak konstitusional umat Islam untuk melaksanakan Syari’at Islam berdasarkan Keputusan Presiden No. 150, 1959, tentang Dekrit Presiden, 5 Juli 1959 (LNRI No. 75, 1959) yang mengakui berakunya Piagam Jakarta. Dan ditegaskan dalam perubahan ke 4 UUD 1945

  3. Qawaidut Tanzhim dan Qawaidut Tanfidz Majelis Mujahidin

Memperhatikan:

  1. Preambule UUD 45 alinea ketiga yang berbunyi: “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”. 

  2. UUD 45 Bab XI tentang Agama, pasal 29 ayat (1) dan (2): 
    (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa 
    (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

  3. Sekularisasi produk perundang-undangan Negara, tanpa pertimbangan ajaran agama yang notabene menjadi dasar utama pembangunan masyarakat dan Negara sesuai dengan UUD NRI 45 Ps. 29 ayat (1) dan (2).

  4. Perlu adanya payung hukum yang melindungi Syari’at Islam sebagai dasar pengambilan keputusan dan kebijakan negara/wakil rakyat untuk melegalisasikan peraturan dan perundang-undangan pemerintah RI.

  5. Hasil keputusan Sidang Pleno I dan II dan pendapat para peserta Kongres

MEMUTUSKAN:

Menetapkan:

  1. Rekomendasi Kongres Mujahidin IV tentang Penegakan Syari’at Islam dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara sebagaimana terlampir;

  2. Pemilihan pengurus harian AHWA Majelis Mujahidin

  3. Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan.

REKOMENDASI INDONESIA BERSYARI’AHKONGRES MUJAHIDIN IV
Sentul City, Bogor, 18 Syawwal 1434 H/25 Agustus 2013 M

  1. DASAR NEGARA, PEMILU DAN KEPEMIMPINAN NASIONAL:

  2. Dasar Negara harus sesuai dengan Pasal 29 ayat (1) UUD 45 bahwa negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa.

  3. Sistim Pemilu yang menyalahi dan tidak sesuai dengan Syari’at Islam ditolak. 

  4. Kepemimpinan Nasional harus memiliki komitmen terhadap pelaksanaan Syari’ah Islam (agama) di lembaga negara dan menjadi contoh tauladan (uswatun hasanah) dalam melaksanakannya.

2. EKONOMI:

Sistem ekonomi ribawi harus ditinggal. Pembangunan ekonomi Negara harus disesuaiakan dengan Syari’at Islam:

  1. Sistem moneter disesuaikan dengan Syari’at Islam.

  2. Memutus mata rantai ekonomi dengan IMF dan World Bank

  3. Sumber-sumber kekayaan Negara dan BUMN Mutlak harus dikuasai oleh Negara.

3. MORAL :

  • a. Pembangunan akhlak bangsa harus sesuai dengan Syari’at Islam. 

  • b. Sistem politik bernegara dibangun sesuai Syari’at Islam.

4. PENDIDIKAN:

  • a. Sistim pendidikan Nasional harus diintegrasikan dengan Agama. 

  • b. Semua aktifitas pendidikan harus didanai oleh Negara

5. PENGUSAHA DAN BURUH:

  • a. Hubungan buruh dan majikan harus mengikuti ketentuan Syari’at Islam.

  • b. Menjamin kehidupan buruh sesuai dengan hak hidup manusia yang ditetapkan oleh Syari’at Islam.

  • c. Negara harus membantu para pengusaha yang tidak mampu mengupah buruh dengan layak menggunakan dana Negara.

6. PEREMPUAN:

  • a. Hak-hak perempuan disesuaikan dengan ketentuan Syari’at Islam.

  • b. Kaum perempuan wajib mendahulukan fungsinya sebagai ibu dalam membangun keluarga sesuai Syari’at Islam.

  • c. Ekspor tenaga kerja wanita (TKW) haram menurut Syari’at Islam.

7. HUKUM:

  • a. Hukum peninggalan kolonial Belanda wajib ditinggalkan.

  • b. Syari’at Islam harus menjadi hukum Negara sebagai konsekwensi adanya mayoritas rakyat Indonesia beragama Islam.

  • c. HAM internasional harus disesuaikan dengan Syari’at Islam.

  • d. Hukuman mati dan pemiskinan bagi koruptor.

  • e. Perdagangan narkoba dan jaringannya harus dihukum mati, sedangkan pecandunya harus dihukum dan direhabilitasi.

8. RAKYAT MISKIN

  • Kesejahteraan rakyat miskin menjadi tanggungjawab Negara dan orang-orang kaya

9. PENANGGULANGAN TERORISME.

  • Menyayangkan dan mengkitik keras prilaku dan tindakan Densus 88, yang banyak menembak mati tersangka teroris dan tidak diketahui identitasnya secara pasti, tanpa melalui proses hukum yang adil dan benar. Padahal profesionalisme Densus semestinya mampu untuk sekedar melumpuhkan tanpa harus membunuh, sehingga dapat menguak prilaku terorisme ini di Pengadilan. Hal ini bertentangan dengan Syari’at Islam dan HAM Internasional.

10. MISS WORLD

  • Majelis Mujahidin menolak keras rencana diselenggarakannya miss world di seluruh wilayah NKRI karena akan merendahkan martabat wanita dengan mengumbar aurat yang diharamkan oleh Syari’at Islam.

SALAM-ONLINE: Apakah masuk di logika akal sehat kalau pejuang-pejuang Indonesia seperti Pattimura dan Sisingamangaraja XII itu sebagai orang Kristen Protestan memerangi Kerajaan Protestan Belanda sebagai sesama Protestan? Jawabannya tidak!

Bahkan Katolik saja yang di Eropa memerangi Kerajaan Protestan Belanda, di Indonesia mendukung penjajahan Kerajaan Protestan Belanda terhadap Indonesia. Dukungan Katolik terhadap penjajahan Belanda atas Indonesia bisa dilihat pada tulisan Frater Amator dan A. Silaen tentang Perang Aceh pada buku Sejarah Indonesia untuk sekolah Katolik Kanisius tahun 1952.

Menurut mereka:

“Sesudah Perang Aceh selesai, Van Heutz diangkat menjadi Wali Negara. Ia merobah tjara pemerintahan di Indonesia. Sampai saat itu pemerintah menumpahkan perhatiannya kepada Pulau Djawa sadja. Pulau-pulau seberang tidak diindahkannya. Sebab itu banjak djuga kedjadian2 jang tak menjenangkan di sana-sini. Perampokan, pembongkaran, dan penjerobotan dilakukan setiap hari. Penduduk diperas oleh Radja2nya sendiri, sampai mereka sering meminta bantuan dari gubernemen. Keselamatan tiap2 orang tidak terdjamin. Van Heutz berkehendak, bahwa keselamatan tiap2 penduduk mesti terdjamin di bawah pemerintahan Belanda. Ia bertindak dengan kekerasan, dipaksanya 250 radja2 untuk menandatangani ‘Perdjandjian Pendek’ Korte verklaring. Sejak itu penduduk bersama2 dengan aman dan sentosa,” — dikutip oleh Ahmad Mansyur Suryanegara dalam Api Sejarah, jilid 1 (Bandung: Salamadani, 2009, hlm. 265-266).

Sisingamangaraja XII dalam uang seribu rupiah-jpeg.image

Sisingamangaraja XII dalam uang Seribu Rupiah

Frater Amator dan A. Silaen mengatakan bahwa di bawah penjajahan Belanda penduduk aman dan sentosa. Pejuang-pejuang kemerdekaan disebut sebagai perampok, pembongkar dan penyerobot. Terlihat jelas dukungan mereka terhadap penjajahan Belanda. Apalagi kalau beragama Kristen Protestan tentu lebih mendukung lagi.

Maka fakta mana yang masuk logika akal sehat? Yang masuk adalah Sisingamangaraja dan Pattimura itu itu Muslim. Satu hal yang sukar diterima adalah pendapat sejarawan ahli Indonesia yang menyebut Sisingamangaraja XII seorang animis atau beragama asli Batak.

Bukti sejarah yang ada, yaitu stempel kerajaan Sisingamangaraja XII bergambar pedang bercabang 2 seperti bendera kerajaan Arab Saudi. Pedang bercabang melambangkan pedang Zulfikar milik sahabat Ali bin Abi Thalib. Ada gambar bintang bergerigi 8 melambangkan 4 Khulafaur Rasyidin dan 4 Imam Madzhab.

Stempel itu juga menggunakan huruf Arab dan tertulis Hijrah Nabi 1304. Bahkan di Kerajaan-kerajaan yang Islamnya kuat pun hanya menyebut Hijrah tanpa kata Nabi. Sementara Sisingamangaraja menambahkan kata Nabi, boleh dibilang ke-Islamannya lebih kental dibanding Raja Islam lainnya.

Bendera Sisingamangaraja XII berwarna merah putih. Ada apa dengan bendera merah putih? Sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara merujuk pada hadits Imam Muslim dalam Kitab Al-Fitan Jilid X, halaman 340 dari Hamisy Qastalani. Di situ tertulis, Imam Muslim berkata: Zuhair bin Harb bercerita kepadaku, demikian juga Ishaq bin Ibrahim, Muhammad bin Mutsanna dan Ibnu Basyyar. Ishaq bercerita kepada kami. Orang-orang lain berkata: Mu’adz bin Hisyam bercerita kepada kami, ayah saya bercerita kepadaku, dari Qatadah dari Abu Qalabah, dari Abu Asma’ Ar-Rahabiy, dari Tsauban, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah memperlihatkan kepadaku bumi, timur dan baratnya. Dan Allah melimpahkan dua perbendaharaan kepadaku, yaitu merah dan putih.”

Jadi Sisingamangaraja XII mengikuti tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Nabinya umat Islam.

Ketua MUI Sumatera Utara, H. Mahmud Azis Siregar berpendapat, “Sebenarnya bendera dan stempel itu sudah mencirikan corak Islam dalam pemerintahan Sisingamangaraja XII.”

Beberapa sejarawan seperti Dada Meuraksa, Ahmad Mansyur Suryanegara, dan Mohammad Said juga berpendapat Sisingamangaraja XII itu seorang Muslim.

Mohammad Said, dalam bukunya Sisingamangaraja XII menyatakan kemungkinan benar bahwa Sisingamangaraja seorang Muslim. Pedomannya berasal dari informasi dalam tulisan Zendeling berkebangsaan Belanda, J.H Meerwaldt, yang pernah menjadi guru di Narumonda dekat Porsea. Meerwaldt mendengar Si Singamangaja sudah memeluk Islam (http://serbasejarah.wordpress.com/2009/03/30/sisingamangaraja-xii-1845-1907-pejuang-islam-yang-gigih/bisa juga dlilihat pada majalah Insani, Desember 2003).

Sisingamangaraja XII-surat-sisingamangaraja-xii-dengan cap stempel-jpeg.image

Surat Sisingamangaraja dengan cap/stempel menggunakan huruf Arab dan tulisan ‘Hijrah Nabi 1304′

Mohammad Said juga mengutip surat kabar Belanda Algemene Handelsblad pada edisi 3 Juli 1907, “Menurut kabar dari penduduk setempat, sudahlah benar raja yang sekarang (maksudnya Sisingamangaraja XII) semenjak lima tahun yang lalu telah memeluk Islam…”

Semakin jelaslah fakta bahwa Sisingamangaraja XII adlah seorang Muslim. Wallahu A’lam bish-Shawab. (salam-online)

Pasti sudah kenal kan, sama scribd.com?! Salah satu web (terbesar:D) yang menyediakan berbagai macam buku ataupun dokumen dalam bentuk PDF, DOC, XLS, dll ini memang menyediakan fitur viewer, print, download. Namun hanya orang-orang yang terdaftar-lah yang di’izinkan’ untuk mendownload dokumen di scribd.com. Memang sih, untuk mendaftar di scribd.com gratis. Tapi, bagi orang-orang tipe pemalas seperti saya ini pasti nggak mau yang ribet-ribet. Apalagi untuk mendaftar.

OK, langsung saja bagi sobat yang ingin download gratis di scribd.com tanpa daftar.

  1. Buka  http://scribd.com/mobile
  2. Copy-kan judul file yang ingin sobat download pada kolom search.
  3. Kalau filenya sudah muncul tekan Download Now.
  4. Jangan Lupa Rename filenya, biar gak direplace saat kita mendownload file lainnya (karena nama default dokumennya ‘download‘)

Nah, bagaimana?! Mudah kan?!

Semoga bermanfaa

Bagaimana supaya ibadah yang kita lakukan dapat di ridhai / di terima Alloh?

Ada 3 hal pokok yang harus diperhatikan dalam beribadah, kerjaan kita akan disebut ibadah apabila memenuhi syarat: Ada yang memberi perintah, ada yang diberi perintah dan ada perintahnya.

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, (QS 2:21)

Dari ayat di atas jelas siapa yang memerintah (Alloh SWT), ada yang diperintah (manusia), ada perintahnya (menyembah Alloh).

Jadi bagaimana supaya peribadahan atau penyembahan kepada Alloh itu dapat diterima ? keterangan selanjutnya dalam Al Qur,an.

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus. (QS 98:5)

Menyembah Alloh harus dengan memurnikan ketaatan  artinya yang diibadahi hanya Alloh saja, yang ditaati hanya Alloh saja. Oleh karena Jika ada yang lain yang kita taati maka menjadi batal ibadah yang kita kerjakan, tidak diterima ibadah yang dikerjakan  selama hidup kita.

Selanjutnya keterangan Al Qur’an yang lebih penting dan sepertinya menjadi pokok ibadah adalah di dalam din (system) yang seperti apa selama ini kita melaksanakan peribadahan kepada Alloh.

Barangsiapa mencari din selain din Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS 3:85)

Keterangan diatas jelas sekali ibadah kita akan ditolak apabila kita berada di luar din Islam (system Islam). Artinya Alloh hanya akan menerima ibadahnya seseorang apabila orang tersebut berada dalam din islam atau aturan Islam.

Demikian yang bisa saya informasikan untuk sobat blogger semua, semoga bermanfaat.

Wallohu ‘alam bi showab.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan anak memahami pelajaran di sekolahnya, antara lain cara mengajar gurunya di sekolah yang kurang dipahami atau tak disukai sang anak. Atau, kondisi belajar yang kurang kondusif, misalnya ruang kelas terlalu ramai dan berisik sehingga menganggu konsentrasi belajarnya.

Maka, selain belajar di sekolah, anak perlu mengulang pelajarannya di luar sekolah. Sayangnya, tak sedikit orang tua yang kesulitan mendampingi anaknya belajar di rumah karena kesibukannya, atau pelajaran sang anak belum tentu dipahami orang tuanya.

Lingkungan tempat les belajar (Bimbel) anak Anda biasanya akan berbeda dengan lingkungan di  sekolah formal, karena teman-temannya juga akan berbeda, sehingga sangat penting memang untuk memperhatikan lingkungan tempat les yang akan dimasuki anak

Jangan terjebak dengan biaya les yang murah,  kalau lingkungan tempat les anak Anda berisi anak-anak yang sering jajan, maka ada kecenderungan anak Anda juga akan mengikutinya. Sehingga bisa berakibat si anak menjadi lebih boros dan tidak lagi fokus kepada proses belajarnya, malahan mungkin bisa jadi ia sibuk jajan dan bermain dengan teman-temannya tadi.

Contoh lainnya, ternyata teman-teman les si anak adalah anak-anak yang berperilaku kurang sopan dan sukanya main-main. Hal itu tentu sedikit banyak bisa berpengaruh terhadap diri si anak. Kalau ia tidak cocok, maka ia akan cenderung menyendiri. Tetapi kalau ia cocok dan ingin ikut-ikutan, maka ia bisa saja jadi berperilaku seperti teman-temannya tadi. Jadi, sekali lagi, lingkungan belajar yang baik, akan memberikan manfaat yang baik pula bagi anak Anda. Ujung-ujungnya, lagi-lagi, uang yang Anda keluarkan tidak akan sia-sia kalau memang Anda bisa memilih tempat les yang memiliki lingkungan yang baik.

Jadi jangan asal memilih les karena murahnya sedangkan lingkungannya kurang mendukung kegiatan belajar anak.

Ada cara yang lebih efektif dalam memfasilitasi belajar anak yaitu dengan les privat di rumah sendiri, dengan les privat:

  • Belajarnya anak lebih terpantau oleh orang tua. Karena kegiatan belajarnya di rumah.
  • Anak akan lebih terbuka berkaitan dengan materi pelajaran yang dianggapnya sulit.
  • Anak akan lebih kosentrasi belajarnya karena tidak ada yang mengganggu.
  • Anak juga berkesempatan mengulang kembali pelajaran sekolah untuk bisa lebih dipahami lagi. Karena, materi pelajaran tentu akan lebih mudah diingat bila dipelajari berulang-ulang.

Barangkali itu sedikit informasi yang bisa saya sampaikan, kembali pada orang tua langkah mana yang akan di ambil untuk membantu memfasilitasi belajar anaknya.

Bimbingan belajar anak

Pada umumnya prestasi belajar anak akan meningkat  dengan adanya perhatian orang tua. Bentuk perhatian orang tua tidak hanya dari segi makanan untuk asupan gizi yang diperlukan anak,  atau dengan memperhatikan keperluan belajarnya atau memantau waktu belajarnya, sebenarnya ada yang lebih penting lagi dan ini nyaris tak terperhatikan orang tua yaitu  pemahaman dari yang dipelajarinya. Kadang anak anak akan merasa putus asa bila ada yang tidak dimengertinya dan dirumah tidak ada yang bisa menjelaskan permasalannya, lebih berbahaya lagi  bila hal ini tak terselesaikan anak menjadi malas belajar.

Sebenarnya bila anak bisa memaksimalkan belajar nya di sekolah,  anak tidak perlu mengulang kembali materi pelajarannya dirumah. Tapi bagi anak yang tidak bisa memaksimalkan belajar di sekolah tentu sangat perlu mengulang pelajarannya di rumah.

Disinilah perlunya anak memiliki teman belajar. Teman belajar yang dimaksud adalah orang  yang bisa menemani belajar, bisa teman sekolah, orang tua, kakak,  maupun orang lain yang menjual jasa bimbingan belajar (privat).

Demikianlah sedikit pemikiran dari saya semoga bermanfaat bagi anda semua.

Wallohu ‘alam bi showab.

Dalam Islam tidak mengenal adanya kasta atau penggolongan manusia berdasarkan warna kulit (putih, hitam, merah),  harta (kaya, miskin), perkerjaan (direktur, karyawan) dan lain sebagainya. Dalam Islam Semua manusia sama di hadapan Alloh, yaitu sebagai hamba (budak, pelayan) Alloh. Tapi manusia itu sendiri ada yang sadar dan tidak  bahwa dirinya sebagai hamb-Nya Alloh.

Maka Apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Rabbnya sama dengan orang yang menjadikan Dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya? (Qs 47:14)

Apakah orang-orang beriman itu sama dengan orang-orang yang fasik? mereka tidak sama.(Qs. 32:18)

Ayat di atas menyadarkan kita bahwa dihadapan Alloh manusia beriman yang menjadikan Qur’an sebagai pegangan hidupnya (petunjuk hidupnya) tidak sama dengan manusia yang menjadikan selain Qur’an di jadikan sebagai pegangan hidupnya (hawa nafsu, thagut, pemimpin yang zalim dan fasik, ahli kitab).

Sekarang kita lihat gambaran hidup manusia yang sadar dan yang tidak.

Hidup Hissy

Kehidupan yang mati, ia hidup karena jasadnya belum mati, tetapi dalam kehidupan dunia yang aktif ia pada hakikatnya telah mati, ia mati selum mati. Hidup hissy adalah hidup demi kepentingan pribadi

Walaupun ia hidup di tengah masyarakat umum tetapi ia hanya memperjuangkan kepentingan dirinya sendiri . mereka hidup seperti tumbuhan, hidup tidak sadar akan arti harga dirinya.

Hidup Ma’nawi

Yaitu kehidupan yang digunakan untuk menjalankan hukum Alloh, tetapi belum mempunyai keyakinan yang kuat dan teguh. Ia mudah berubah haluan hanya karena ada sangkutan dengan salah satu kepentingan keduniaan.

Hidup Ma’ani

Hidup untuk beramal sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya, amal yang timbul dari keyakinan yang kuat, amal yang dilakukannya hanya karena mengharapkan ridha Allah. Hidup ini disebut hidup sadar dan insyaf. Orang ini tidak mengenal sukar dan sulit, berat dan susah, takut dan was-was, dalam menjalankan perintah Alloh.

Hidup seperti apa yang sedang kita jalani selama ini, apakah hidup seperti tumbuhan, atau hidup dalam keragu-raguan atau hidup yang semata-mata untuk Alloh.  Ini pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban tetapi perlu perenungan dan pengambilan sikap mana yang akan ditempuh.

Wallahu a’lam bi showab.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.